Ekonomi

Untung Besar, LinkedIn Malah Pecat Tiga Persen Karyawan

×

Untung Besar, LinkedIn Malah Pecat Tiga Persen Karyawan

Share this article
LinkedIn
LinkedIn pecat ratusan karyawan (Unsplash)

Ayo24 – Pada hari Senin (15/10/2023), LinkedIn mengumumkan rencana untuk melakukan pengurangan 668 jumlah karyawan atau sekitar tiga persen dari total pegawai di perusahaan media sosial tersebut.

Keputusan ini datang sebagai tindak lanjut dari pengurangan lebih dari 700 pekerja yang diumumkan oleh LinkedIn pada bulan Mei lalu.

Seperti yang kita ketahui, LinkedIn, yang kini dimiliki oleh Microsoft, telah menjalani dua putaran pengurangan karyawan besar-besaran dalam satu tahun ini.

Tetapi mengapa hal ini terjadi dan apa dampaknya terhadap perusahaan dan industri?

LinkedIn mengumumkan bahwa pengurangan ini akan memengaruhi sekitar 668 posisi di berbagai divisi perusahaannya, termasuk bidang teknik, produk, sumber daya manusia, dan keuangan.

Baca Juga :  Info Loker Gorontalo Terbaru di PT Misela Garment (Broguy), Dibuka 6 Posisi dan Minimal SMA/SMK

Keputusan tersebut, seperti yang disampaikan oleh perusahaan, merupakan bagian yang sulit, tetapi diperlukan dalam pengelolaan bisnis mereka.

Meskipun tindakan ini mungkin mengejutkan bagi banyak orang, LinkedIn mencatat bahwa pendapatan tahunan mereka telah melebihi $15 miliar AS untuk pertama kalinya dalam tahun fiskal yang berakhir pada bulan Juni lalu.

Perusahaan yang berpusat di Sunnyvale, California, menghasilkan uang dari iklan di platform mereka dan juga dari pengguna yang membayar langganan untuk fitur-fitur premium.

Perusahaan untung besar malah justru pecat karyawan, apa sebenarnya yang mendorong LinkedIn untuk mengambil langkah ini?

Dalam kasus ini, ada beberapa alasan yang mendorong LinkedIn untuk melakukan pengurangan karyawan ini.

Baca Juga :  Amazon Luncurkan Teknologi Cashier Less, Belanja Tanpa Antri di Kasir

Pertama-tama, dampak dari pandemi COVID-19 telah mempengaruhi banyak aspek kehidupan dan bisnis, termasuk LinkedIn.

Penurunan permintaan dalam beberapa sektor bisnis telah memaksa perusahaan untuk mengevaluasi anggaran dan operasinya.

Selain itu, Microsoft, sebagai induk perusahaan LinkedIn, telah melakukan pengurangan karyawan dalam skala yang lebih besar sebagai respons terhadap perubahan dalam ekonomi global.

Ini termasuk pengurangan ribuan karyawan lainnya sepanjang tahun ini.

Seiring dengan LinkedIn, perusahaan teknologi lainnya juga mengalami pengurangan besar-besaran dalam jumlah karyawan mereka.

Microsoft dan Amazon telah mengumumkan ribuan pengurangan karyawan, bahkan perusahaan Kanada seperti Hootsuite dan Lightspeed turut melakukan pemangkasan karyawan.

Baca Juga :  Jack Ma Kembali Muncul dan Pecah Alibaba Menjadi 6 Entitas Mandiri

Kondisi ini mencerminkan gejolak ekonomi global yang mempengaruhi industri teknologi.

Perubahan konsumen, penyesuaian strategi perusahaan, dan perubahan dalam tren teknologi semuanya berkontribusi pada situasi ini.