Healthy

Survei 1700 Orang: Hobi Memancing Tingkatkan Kesehatan Mental

×

Survei 1700 Orang: Hobi Memancing Tingkatkan Kesehatan Mental

Share this article
Memancing Tingkatkan Kesehatan Mental
Memancing Tingkatkan Kesehatan Mental (Unsplash)

Ayo24 – Memancing bukan lagi sekadar hobi untuk mengisi waktu, melainkan sebagai olahraga yang dikenal dengan sebutan “sport fishing,”.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas memancing ini memiliki potensi untuk mengurangi risiko masalah mental.

Sebuah studi lintas negara yang melibatkan pria yang berasal dari Inggris menunjukkan bahwa orang yang hobi memancing memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami depresi, pikiran ingin bunuh diri, dan perilaku menyakiti diri.

Memancing adalah kegiatan rekreasi yang populer di negara-negara dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, dan tujuan dari memancing tidak hanya untuk menangkap ikan, tetapi juga untuk menikmati prosesnya sebagai olahraga.

Praktik “tangkap dan lepaskan” di mana ikan yang ditangkap kemudian dilepaskan kembali ke habitatnya juga semakin umum.

Data menunjukkan bahwa sekitar 11% populasi negara maju secara keseluruhan menikmati memancing, dan di Inggris, tempat penelitian ini dilakukan, banyak orang yang menjadikan memancing sebagai hobi.

Baca Juga :  Rubah 5 Gaya Hidup Ini Untuk Cegah Demensia Sebelum Terlambat

Salah satu keunggulan memancing sebagai olahraga adalah bahwa hampir semua orang, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia, dapat berpartisipasi tanpa hambatan berarti.

Selain itu, memancing umumnya dilakukan di lingkungan alam yang kaya akan keindahan alam, yang dapat membantu mengurangi stres.

Beberapa penelitian bahkan telah melaporkan efek positif memancing dalam mengurangi stres secara kualitatif. Namun, penelitian yang mengukur efek ini secara kuantitatif masih jarang.

Survei dan Penelitian pada 1.700 Pria Dewasa di Inggris

Penelitian ini dilakukan sebagai studi lintas negara yang mengambil sampel dari lebih dari 1.700 pria dewasa di Inggris.

Partisipan diundang melalui platform media sosial seperti Instagram, Facebook, dan Twitter.

Mereka diwajibkan mengisi kuesioner yang mencakup informasi demografis seperti usia, status pekerjaan, pendapatan rumah tangga, kebiasaan merokok dan minum alkohol, serta apakah mereka pernah atau sering memancing.

Baca Juga :  Stres Menjadi Sumber Segala Penyakit, Kenali Tanda-tanda Berikut Ini Untuk Mencegah

Selain itu, partisipan juga diminta memberikan informasi tentang riwayat gangguan mental yang pernah mereka alami.

Hasil dari kuesioner ini mengungkapkan beberapa temuan menarik.

Lebih dari 1.700 pria dewasa yang menjadi subjek penelitian ini memiliki berbagai latar belakang, termasuk status perkawinan, pekerjaan, dan kebiasaan merokok serta minum alkohol.

Frekuensi Memancing dan Kesejahteraan Mental

Analisis data menunjukkan bahwa frekuensi memancing berkaitan erat dengan kesejahteraan mental.

Mereka yang jarang memancing (kurang dari sekali dalam 2 minggu) memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami depresi, pikiran ingin bunuh diri, dan perilaku menyakiti diri.

Namun, tidak ada hubungan signifikan antara frekuensi memancing dan riwayat gangguan kecemasan atau gangguan bipolar, serta percobaan bunuh diri.

Selain frekuensi, durasi setiap sesi memancing juga memengaruhi kesejahteraan mental.

Mereka yang memancing kurang dari 3 jam per sesi memiliki risiko yang lebih rendah untuk memiliki pikiran ingin bunuh diri.

Baca Juga :  Berat Badan Ideal dengan Intermittent Fasting, Apakah Lebih Efektif dari Diet Kalori?

Namun, tidak ada hubungan yang signifikan dengan gangguan mental lainnya atau percobaan bunuh diri.

Kesejahteraan Mental dan Memancing

Hasil penelitian juga mengungkapkan bahwa semakin sering seseorang memancing, semakin tinggi tingkat kebahagiaan subjektif yang mereka rasakan.

Ini berarti bahwa memancing secara rutin dapat meningkatkan perasaan bahagia. Demikian pula, semakin sering memancing, semakin rendah tingkat depresi yang dialami.

Penelitian ini menyoroti potensi manfaat positif dari aktivitas fisik di alam terbuka, seperti memancing, terhadap kesejahteraan mental.

Meskipun hubungan sebab-akibat belum dapat dijelaskan sepenuhnya, hasil ini mendorong pertimbangan untuk mendorong lebih banyak orang untuk mencoba memancing sebagai cara untuk meningkatkan kesejahteraan mental mereka.

Itu bisa menjadi langkah positif untuk menjaga keseimbangan mental dan emosional di tengah tuntutan kehidupan modern yang seringkali menimbulkan stres.

Sumber survei dan penelitian: https://www.mdpi.com/2673-3986/4/3/30