Internasional

Akibat Obat Ozempic Palsu, Banyak Warga di Austria Dilarikan ke Rumah Sakit

×

Akibat Obat Ozempic Palsu, Banyak Warga di Austria Dilarikan ke Rumah Sakit

Share this article
Obat Ozempic Palsu
Obat Ozempic Palsu (crast.net)

Ayo24 – Beberapa warga Austria mengalami masalah kesehatan serius setelah mengonsumsi obat yang diduga palsu untuk pengobatan diabetes, yakni ozempic.

Menurut laporan Badan Keamanan Kesehatan Federal Austria (BASG), akibat obat palsu di Austria ini, banyak orang yang akhirnya dirawat di rumah sakit dengan kondisi hipoglikemia dan serangan, yang merupakan tanda bahwa produk tersebut mengandung insulin alih-alih bahan aktif ozempic, yaitu semaglutida.

Hipoglikemia dan serangan merupakan konsekuensi serius yang perlu dihindari oleh penderita diabetes. Oleh karena itu, sangat penting bagi pasien untuk menerima obat yang benar-benar asli dan aman. Keamanan dalam terapi diabetes adalah hal yang tidak bisa ditawar.

Baca Juga :  RUU Rumania Larang Penjualan Minuman Energi ke Anak Dibawah Umur

Austrian investigators telah memberikan peringatan tentang adanya obat palsu yang masih beredar di masyarakat.

Bahkan European Medicines Agency (EMA) telah mengeluarkan peringatan terkait adanya injeksi dengan nama palsu ozempic.

Pabrikan Denmark yang memproduksi obat-obatan ini juga memberikan peringatan mengenai peningkatan pasokan ozempic palsu melalui penjualan online, serta obat pelangsing wegovy. Kedua obat ini berdasarkan semaglutida.

Obat wegovy disetujui untuk melawan obesitas, tetapi ozempic juga memiliki efek penurunan berat badan, sehingga sebagian orang di Amerika dan Eropa menggunakannya tanpa izin.

Hal ini menyebabkan kekurangan pasokan ozempic yang dimanfaatkan oleh organisasi kejahatan.

Baca Juga :  IRS: Microsoft Tunggak Pajak $28,9 Miliar, Ditambah Denda dan Bunga

Tidak hanya Austria, tren penyalahgunaan ozempic dimulai di Amerika Serikat, dengan tokoh terkenal seperti Kim Kardashian dan Elon Musk mempromosikan penggunaannya untuk menurunkan berat badan.

Promosi ini memicu lonjakan permintaan global, bahkan sampai pada tingkat kekurangan pasokan obat ini.

Di negara Serbia, juga dilaporkan adanya kekurangan ozempic yang mungkin disebabkan oleh alasan yang sama, yaitu penggunaan obat ini untuk tujuan penurunan berat badan.

Agensi terkait belum merilis data pasti mengenai jumlah penderita yang terpengaruh oleh obat palsu ozempic dan dampak jangka panjangnya pada kesehatan.

Namun, perlu ditekankan bahwa obat palsu ini tidak bisa dibeli di apotek-apotek resmi.

Baca Juga :  Penelitian Universitas AS Ungkap Intermittent Fasting Bisa Cegah Diabetes Tipe 2

Organisasi yang memantau sistem obat-obatan di Eropa telah memverifikasi kesimpulan EMA bahwa obat palsu ini tidak dapat ditemukan di apotek ritel.

Saat ini, EMA dan otoritas di Jerman dan Britania Raya sedang menyelidiki kasus injeksi palsu dengan label Jerman dalam kemasan asli ozempic yang dijual oleh grosir di Austria dan kemudian dijual ke grosir di Britania Raya.