Teknologi

Motorola Pamer Konsep Ponsel Lipat yang Bisa Dijadikan Gelang Tangan

×

Motorola Pamer Konsep Ponsel Lipat yang Bisa Dijadikan Gelang Tangan

Share this article
Motorola
Smartphone gelang dari Motorola (emiter)

Ayo24 – Pabrikan smartphone asal US, Motorola kembali unjuk gigi dengan memamerkan konsep smartphone lipat yang bisa dijadikan gelang tangan.

Kehadiran smartphone lipat semakin menggoda imajinasi kita, membawa teknologi yang inovatif ke dalam genggaman.

Salah satu pemain kunci dalam dunia ini adalah Motorola, yang baru-baru ini memperkenalkan konsep menarik dalam bentuk “smartphone gelang” pada acara Lenovo Tech World ’23 di Austin, Texas.

Konsep yang menarik ini memberi kita gambaran tentang masa depan teknologi mobile.

Pada pandangan pertama, smartphone ini nampak biasa dengan layar OLED yang tertanam di dalam casing berwarna oranye yang mencolok.

Namun, yang membedakan adalah kemampuannya untuk dilipat menjadi sebuah gelang yang dapat dipakai di pergelangan tangan.

Dengan demikian, smartphone ini dapat berubah menjadi jam tangan pintar.

Konsep ini diperlihatkan dengan cara meletakkan smartphone di sekitar lengan yang sudah dilengkapi dengan pita perak.

Lenovo (pemegang merk Motorola) tidak menjelaskan alasan di balik desain ini, tetapi mungkin berfungsi sebagai magnet untuk menjaga smartphone tetap aman di posisi baru saat digunakan.

Selain itu, video yang dibagikan oleh Motorola juga menunjukkan bahwa pengguna perlu memakai lengan logam di sekitar pergelangan tangan untuk menjaga smartphone tetap pada posisi yang diinginkan.

Menurut pernyataan resmi Motorola, konsep ini memiliki layar FHD+ dengan ukuran diagonal 6,9 inci saat diluruskan.

Konsep yang diperlihatkan minggu ini berbeda dari apa yang diperlihatkan pada Lenovo Tech World ’16. Kali ini, smartphone bisa digulung atau ditekuk menjadi posisi lurus.

Smartphone gelang dari Motorola
Smartphone gelang dari Motorola (emiter)

Motorola menekankan bahwa perangkat ini dapat ditempatkan dalam posisi berdiri yang mandiri, menghadirkan bentuk yang lebih kompak dengan layar Android berukuran 4,6 inci.

Pengguna juga dapat menggulung perangkat di sekitar pergelangan tangan, mirip dengan tampilan luar yang ada di Motorola Razr+.

Menariknya, tampaknya smartphone ini lebih stabil saat digulung di sekitar pergelangan tangan pengguna.

Namun, kendati ada perbaikan ini, Motorola masih perlu bekerja keras untuk menghadirkan desain final yang siap untuk dipasarkan.

Meskipun konsep smartphone lipat sudah hadir selama beberapa tahun belakangan, ada beberapa pertanyaan yang perlu dijawab terkait penggunaan praktisnya.

Misalnya, berapa berat smartphone yang dapat digulung ini dan seberapa panas perangkat tersebut ketika digunakan di sekitar pergelangan tangan?

Selain itu, kebutuhan untuk memakai perangkat tambahan di pergelangan tangan untuk mendapatkan fungsi penuh smartphone mungkin menjadi kendala tersendiri.

Belum lagi harga dan daya tahan perangkat ini, serta apakah konsep ini akan memenuhi minat konsumen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *